Investor masih Ragu, Kinerja IHSG masih Terburuk

27 October 2015

Dalam setahun ini kinerja bursa masih mengikuti perlambatan ekonomi global. Tidak ada tanda-tanda masuknya kembali investor asing secara penuh. Ini membuat kinerja IHSG masih terburuk di antara beberapa bursa dunia.

Tampaknya investor asing masih menyimpan keraguan atas pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat. Dari banyaknya persoalan yang dihadapi, seperti kabut asap yang tak kunjung usai, membuat investor masih meragukan kapabilitas pemerintah dalam mengelola perekonomian. Pemerintah terlalu sibuk dengan persoalan yang ada, hingga tidak bisa fokus dengan pemulihan ekonomi.

Padahal bila melirik ke bursa dunia lainnya, beberapa Negara sudah bisa bangkit dan berakselerasi dengan cepat. Lihat saja korea selatan, jepang, cina dan philipina yang bisa konsolidasi dengan cepat. Mereka bisa keluar dari kejatuhan saat “black Monday” dan sudah mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Boleh jadi investor asing yang keluar dari Indonesia, telah mengalihkan dananya ke Negara tersebut, hingga sulit bagi IHSG untuk bangkit. Memang tanpa investor asing, IHSG sangat lamban pertumbuhannya. Ini selaras dengan pertumbuhan sektor riil yang masih minus.

Lambatnya pemulihan ekonomi Indonesia memang tak lepas dari persoalan leadership. Meski investor tidak peduli dengan persoalan politik, namun pengelolaan pemerintahan yang carut marut dipandang sebagai lemahnya leadership dan berujung rendahnya kepercayaan investor. Bila bicara soal ini, maka akan sulit menarik investor masuk dengan apapun kebijakan yang diambil.

Setiap langkah pemerintah memang diamati secara seksama oleh investor. Manajemen kabut asap yang amburadul, menjadi satu nilai buruk tentang lemahnya leadership. Soalnya Negara besar dengan human resource dan dana yang besar, pengelolanya tak mampu memanfaatkan semua itu.

Padahal secara ekonomi, kabut asap ini sudah menghambat kegiatan ekonomi dan sangat merugikan perekonomian Indonesia. Bisa jadi pertimbangan daerah terdampak masih jauh dari jawa yang merupakan pusat kegiatan ekonomi, namun bukankah jawa juga berhubungan dengan daerah terdampak? Disini terlihat memang amburadulnya pengelolaan data hingga membuat output yang dihasilkan juga buruk.

Investor melihat pemulihan ekonomi bisa lebih lambat dari yang diharapkan, sehingga wajar bila pertumbuhan IHSG sangat lambat. IHSG mengalami kejatuhan yang sangat dalam dan terburuk di antara bursa dunia, sebagai respon investor asing atas kinerja pemerintah yang sangat buruk. Lambatnya pemulihan juga dilihat investor sebagai rendahnya kepercayaan atas pemerintah dalam mengelola ekonomi hingga investor masih ragu untuk masuk.

Mungkin penguatan rupiah, masuknya kembali sebagian investor asing dibursa bisa memberi secerca harapan. Namun perlu diperhatikan IHSG masih minus lebih dari 10 persen, dan hanya beranjak separuh jalan dari kejatuhannya. Pemerintah harus terus bekerja lebih keras dan lebih pintar dalam memulihkan kembali perekonomian.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013-2015. Analisa Investasi - All Rights Reserved
-->