Deretan tomat yang sudah dibungkus rapi dipasarkan di kantor kemendag. Agaknya pemerintah turun tangan membantu petani tomat yang tidak laku panennya, dengan menjualnya secara langsung ke pembeli tomat. Suatu hal yang baik menolong petani, tapi sebenarnya bukan kapasitas kemendag menangani hal yang kecil.
Tidak seharusnya kemendag menjadi pedagang tomat, lembaga perdagangan perpanjangan tangan pemerintah ini, harusnya memiliki manajemen logistik yang baik. Lembaga kementrian dengan dana trilyunan setiap tahunnya, harusnya sudah memiliki sistem logistik yang baik atas seluruh produk yang berada di bawah naungannya.
Ada hal besar yang harusnya diurusi oleh kemendag, mengatur dan mengelola logistik bahan pangan sehingga tidak terjadi gejolak harga. Kemendag ini adalah regulator perdagangan memang bertugas mengatur dan mengelola perdagangan di negeri ini. Sudah sewajarnya meninggalkan cara tradisonal dalam menangani gejolak harga.
Bila masih menganut cara tradisional dalam menangani gejolak harga, maka selamanya akan berkutat jadi pedagang dan selamanya kasus impor tidak terselesaikan. Harusnya sebagai regulator perdagangan sudah memiliki system logistik yang baik atas tata niaga bahan pertanian atau produk lainnya. Kemendag harusnya sudah memiliki manajemen data yang baik akan pasokan dan kebutuhan di tata niaga bahan pangan serta jaringan penyaluran bahan pangan tadi.
Gejolak yang sering terjadi akhir-akhir ini memang sudah cukup parah. Bentar-bentar harga ini itu naik, lalu operasi pasar. Bentar lagi pada buang hasil panen, kemendag beli dan jual produknya. Cara ini sudah harusnya ditinggalkan, kemendag harusnya sudah memiliki system tata niaga dan jaringan penyaluran produk perdagangan tersebut.
Kemendag dengan dana trilyunan rupiah sebenarnya bisa membuat system tata niaga yang bisa diupdate setiap saat. Dari pengolahan data saja sudah bisa dilakukan banyak antisipasi atau pengelolaan bahan pangan yang lebih baik. Sehingga tidak lagi terjerat dalam kebijakan impor yang kontroversial.
Data yang ada sudah surplus, tapi harga kok masih bergejolak. Ternyata datanya tidak akurat, semua kelemahan ini harusnya dibenahi dengan pengembangan teknologi logistik atau tata niaga yang ter-update dengan baik. Problem kita memang di system yang belum dibentuk dan dijalankan dengan baik.