Level Baru Pelemahan Rupiah

15 September 2013

Bila dilihat ke fakta yang ada pelemahan rupiah lebih pada faktor sentimen yang berkembang. Meskipun sebenarnya level rupiah bisa membaik dari level sekarang yang nangkring cukup lama di kisaran sekian. Permasalahannya memang pada defisit neraca perdagangan yang sulit diatasi, sehingga rupiah dalam tekanan yang sangat mudah digoreng dan melemah secara sentimen.

Namun dengan berkurangnya ancaman perang, dan stabilnya harga minyak bisa jadi tekanan rupiah akan sedikit berkurang. Tinggal sang otoritas menerbitkan surat utang maka rupiah akan menembus level baru. Ini bisa dilihat dengan mematok interest rate di level baru sudah cukup mengundang investor masuk. Sesuatu hal yang sebenarnya tak perlu, karena bisa diatasi dengan cara lain,

“Hot money” yang sempat keluar sebenarnya bisa ditarik dengan surat utang, baik dirubah interestnya atau jangka waktunya. Namun menaikan interest rate secara umum bisa menambah tekanan pada rupiah di masa depan. Meskipun mengurangi tekanan untuk jangka pendek tapi tidak untuk jangka panjang. Bunga yang tinggi mengurangi nilai kompetisi sebuah perekonomian.

Bila ingin memperbaiki neraca perdagangan, bukan caranya menaikan bunga kredit atau pinjaman. Meskipun secara umum bank menampik akan menaikan bunga pinjaman. Namun siapa yang mau rugi dalam memberikan pinjaman, bisa jadi daripada diberikan buat kredit disimpan di surat utang sudah untung kok. Inilah yang membuat kenaikan interest rate sangat kontra produktif.

Perbaikan neraca perdagangan bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah

Memang cukup sulit memperbaiki neraca perdagangan yang memang sangat konsumtif. Padahal ini jauh hari sudah dinaikan harga minyak, meskipun sebenarnya kenaikannya masih kurang tinggi. Ini bisa dilihat dari konsumsi BBM yang tetap sama sebelum kenaikan, tetap sangat konsumtif.

Rupiah sangat tertekan pada impor BBM yang memang tidak pernah bisa diperbaiki. Merubah BBM dari konsumtif ke produktif akan bisa melepaskan rupiah dari tekanan yang sangat mudah dipicu oleh sentimen di pasar mata uang. Memang sangat berat bila diikuti kepentingan politik dan sosial, impor BBM tetap akan menjadi tekanan bagi rupiah selamanya.

Beberapa Negara Eropa juga sudah mulai membaik perekonomiannya, sehingga bisa diharapkan perbaikan ekspor untuk memperbaiki neraca perdagangan. Memang diversifikasi Negara tujuan ekspor harus dilakukan lagi, setidaknya hal ini pernah berhasil menembus level psikologis ekspor. Namun sayangnya pergantian otoritas membuat orientasi ekspor berubah dan menjadi beban bagi defisit neraca perdagangan yang sedang berjalan.

Level baru rupiah dengan penerbitan surat utang

Memang investor masih sangat percaya pada fundamental ekonomi, terbukti dengan beberapa lembaga pemeringkat memberi nilai invesment grade. Ini bisa digunakan untuk memperbaiki level rupiah, meskipun sebenarnya sangat mahal harganya. Berapa bunga yang harus dibayar oleh Negara hanya untuk menutup belanja Negara dengan bunga yang tinggi.

Memang tidak efisien secara ekonomi, namun bila untuk jangka pendek oke-oke saja. Toh secara rasio utang masih dalam batas wajar, banyak Negara yang mengorbankan rasio utang untuk mempertahankan mementum bisnis. Rumor atau sentimen bisa dibuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, selama dikelola dengan baik dan dalam batas wajar.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013-2015. Analisa Investasi - All Rights Reserved
-->