Baru-baru ini banyak yang tertarik berinvestasi di singkong raksasa, hasilnya memang menguntungkan. Dengan imbal hasil yang lebih baik dari singkong biasa, meskipun cara pengerjaannya agak sedikit lain dari singkong biasa. Singkong raksasa memang varieas unggul yang memiliki hasil panen yang lebih besar, tentunya dengan bibit unggul, teknik penanaman intensif dan modal awal yang tidak terlalu besar.
Banyak petani yang mencoba investasi di singkong raksasa ini, tentunya ada sukanya dan ada kesulitan yang harus dipecahkan. Singkong raksasa memang jenis singkong unggul, bila biasanya singkong biasa atau sekelas mukibat bisa 20 ton perhektarnya, maka singkong raksasa bisa mencapai 150 ton perhektarnya. Tentunya dengan masa tanam yang sama dan modal awal yang hampir sama, ini akan memberi imbal hasil yang menguntungkan.
Memang sih belum banyak yang menekuni investasi di singkong raksasa secara besar-besaran. Kendalanya memang di lahan, perlu lahan yang luas, cukup subur, sehingga bisa menghemat biaya pemupukan. Meskipun pemupukan adalah hal yang penting, agar hasil panen lebih besar. Memang sih biasanya lahan sisa tanaman singkong raksasa akan mengalami degradasi yang cukup tinggi, jadi untuk kedua kali masa tanam akan berbeda dengan panen pertama.
Tersedianya lahan singkong raksasa
Memang untuk panen singkong butuh alat berat untuk mengambilnya, jadi jika hanya menanam beberapa ratus meter persegi tidaklah begitu menguntungkan. Harus minimal di atas satu hektar, ini baru investasi yang menjanjikan. Tentunya ini akan ada kendala di lahan yang sulit dicari. Bisa jadi ada lahan tapi tenaganya tidak ada karena lokasinya jauh dari pemukiman.
Jadi ketersediaan lahan dan tenaga untuk investasi singkong raksasa adalah hal penting. Sedang masalah modal tidak terlalu besar, seperti pupuk bisa digunakan pupuk kandang maupun kompos yang bisa bekerja sama dengan beberapa peternakan di dekatnya. Jadi lahan pertanian, tempat perternakan dan pemukiman harus berdekatan agar bisa mengefisienkan ongkos investasi.
Tersedianya bibit singkong raksasa
Ini juga menjadi hal penting, karena pemilihan bibit akan menjadi hal penting dalam kesuksesan investasi singkong raksasa. Banyak yang beranggapan semua bibit singkong raksasa bisa diturunkan. Namun tidak untuk berkali-kali, makanya cukup sulit mendapatkan bibit bila tidak memonitor perkembangan kebun singkong raksasa sebelumnya.
Memang bibit akan mudah didapat di kebun singkong raksasa saat panen tiba, namun masalah kualitas bisa jadi tanda tanya. Meskipun harga bibit singkong raksasa ini tidaklah terlalu mahal, di kisaran harga yang murah untuk kategori bisnis agro. Meskipun akan menentukan keberhasilan sebuah investasi singkong raksasa.
Tersedianya modal investasi
Memang untuk investasi singkong raksasa ini hampir seperti obligasi tahunan. Masa tanam singkong yang berkisar 8-9 bulan dengan penyiapan lahan, masa panen dan pemasaran bisa memakan 11-12 bulan. Jadi masa investasinya hampir seperti obligasi atau surat utang berjangka setahun. Inipun bila investasi atau panen singkong raksasanya berhasil, keadaan bisa berubah cepat.
Beberapa petani yang pernah mencoba investasi di singkong raksasa, investasinya memang tidak sampai 100 juta perhektarnya. Ini tentunya dengan lahan sendiri, pengerjaan yang sederhana, sehingga bisa menghemat biaya produksi. Namun hasilnya memang bisa sampai 2-3 kali dari modal investasi, sesuatu hal yang menguntungkan tentunya.