Bila Waktu Istirahat Jadi Tidur Siang

14 April 2014

Banyak perusahaan yang memiliki jam kerja yang panjang, memberikan waktu untuk beristirahat bagi karyawannya. Ini dilakukan agar para staf bisa segar kembali dan optimal produktifitasnya. Meskipun sering waktu istirahat ini kebablasan dan menjadi acara tidur siang.

Ini biasa ditemui di kantor layanan publik, dimana waktu istirahatnya lebih longgar dan tidak terkontrol. Lain dengan perusahaan swasta, biasanya lebih efektif dan efisien. Meskipun kadang kedodoran pula dalam mengatasi beberapa karyawannya yang molor dari ketentuan waktu istirahat.

Namun ini masih jauh lebih baik dari layanan publik milik Negara yang sering tutup saat jam istirahat. Mereka akan menolak melayani saat jam istirahat, padahal yang namanya layanan public harusnya tidak boleh tutup. Harus selalu ada yang standbye untuk menggantikan yang sedang istirahat. Lagian untuk jam kerja yang Cuma 7 jam, harusnya waktu istirahat tidak mencapai 1 jam, cukup 15 menit.

Ini sebabnya investor tidak menyukai berinvestasi disini, karena layanan publiknya memang terbelakang. Sudah gitu harus bayar lagi, malak yang lagi ngurus surat. Sesuatu yang menyedihkan, disaat rakyat sudah membayar mereka dengan pajak.

Persoalan waktu istirahat ini memang menjadi dilemma bagi banyak pihak, termasuk perusahaan swasta juga, bahkan perusahaan besar juga mengalami hal yang sama. Sebenarnya waktu istirahat memang dibutuhkan agar stamina bisa pulih, kreatifitas bisa optimal, dan produktifitas bisa stabil. Namun kadang para manajer ini harus berubah menjadi guru TK saat harus mengawasi staf yang sedang istirahat.

Meskipun kadang disediakan alarm, namun yang namanya ketiduran bisa tidak terdengar apapun disekitarnya. Inilah yang menjadi kendala penggunaan waktu istirahat yang sering tidak terkontrol. Padahal maksudnya baik, hanya memang memiliki beberapa kelemahan yang harus diperbaiki.

Pada perusahaan kreatif, memang waktu istirahat akan sangat dibutuhkan. Apalagi dengan jam kerja yang panjang, seperti sampai 12 jam maka waktu istirahat selama 1 jam mungkin diberikan. Biasanya perusahaan akan menyediakan tempat istirahat atau bersantai. Di perusahaan besar bahkan lebih special dalam menyediakan fasilitasnya, bisa berupa sofa, TV layar lebar, tempat bermain, bahkan sebuah tempat tidur mini juga ada.

Mereka juga cukup efektif dalam mengatur ritme istirahat, biasanya bukan jam istirahatnya yang diatur tapi target kerja, deadline, yang menjadi prioritas. Akibatnya karyawan bisa bekerja lebih baik karena mereka tidak tertekan oleh waktu, tapi beban kerja yang mendorong untuk bekerja lebih pintar dan efisien. Memang disini inti dari waktu istirahat dalam mengembalikan focus dan stamina kerja ke level tertinggi, sehingga produktifitas kerja bisa optimal.

Jadi bukan modelnya waktu istirahat nglayap ke mall, tidur di ****** selama lebih satu jam. Padahal jam kerjanya Cuma 7 jam, dikurangi satu jam tidur, jadi kerja Cuma 6 jam. Belum dikurangi buat ngrokok dan ngobrol, bisa jadi efektif Cuma kerja 1 jam, ini yang membuat bangsa semakin terbelakang, disalip oleh Negara tetangga.  
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013-2015. Analisa Investasi - All Rights Reserved
-->