Kenapa Usia Non Produktif Disarankan tidak Investasi Saham?

01 December 2015

Memang investasi di pasar saham sangat beresiko tinggi, hingga wajar bila yang sudah pensiun tidak disarankan untuk bermain di pasar saham. Resiko loss investasi sangat tinggi, belum lagi bila memiliki riwayat penyakit berat, maka kabar dari bursa bisa memicu sakit mendadak. Boleh dibilang bermain saham seperti sport jantung.

Saat harga naik tajam mungkin bisa tersenyum lebar dan senang bukan kepalang. Namun saat nilai saham anjlok dengan tajam, bisa jadi stress tak karuan dan bisa mengganggu kesehatan. Memang tidak disarankan buat yang sudah manula untuk bermain saham.

Pertimbangan lainnya adalah bila investasi yang dimiliki oleh orang usia non produktif ini hangus, maka akan kehilangan seluruh investasinya bahkan seluruh hartanya. Sebab itu investasi yang beresiko tinggi harus dijauhi bagi mereka yang tak punya penghasilan lagi. Mereka yang mengantungkan income dari pension yang lebih kecil dari gaji sebelumnya, memang sangat berat dalam mengelola aliran kas nantinya.

Beberapa kasus baru-baru ini cukup menjadi pelajaran, saat kejatuhan bursa saham di cina ternyata juga memakan korban para manula di Jepang. Rupanya banyak dari manula ini investasi di pasar saham cina yang tumbuh pesat, tapi juga bisa turun tajam dengan cepat. Naiknya memang pesat, nilai saham tumbuh lebih cepat dari pasar saham di jepang, namun juga bisa anjlok hanya dalam sekejap.

Memang begitulah pasar saham, apa yang naik akan bisa turun. Biasanya orang tergiur pada kenaikan fantastic nilai saham tanpa mengingat akan kemungkinan turun yang besar pula. Apalagi dari iming-iming broker tentang nilai saham yang bisa berlipat-lipat dengan cepat, maka banyak yang dengan mudah terbujuk oleh rayuan para broker ini.

Sebenarnya bagi yang sudah tidak produktif, menjauhi investasi beresiko tinggi sudah harus dilakukan. Juga perlu manajemen pengaturan keuangan yang lebih ketat. Istilahnya saat income menurun, maka ketatkan ikat pinggang. Pengelolaan keuangan harus lebih ketat dan disiplin.

Minimal harus ada simpanan yang aman seperti deposito di investasinya. Ini agar saat investasi sebagian tidak berhasil, masih ada income yang terus mengalir. Memang deposito meski kecil penghasilannya, tapi lebih bisa diharapkan saat pasar saham bergejolak.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013-2015. Analisa Investasi - All Rights Reserved
-->