Rupiah Kembali Merosot Tajam

08 December 2015

Kondisi perekonomian yang masih belum membaik nampaknya masih memberi tekanan pada rupiah. Apalagi dengan sentiment negatif yang masih terus berkembang. Banyak berita negatif, diluar ekonomi yang juga memberi tekanan berat pada rupiah.

Gonjang-ganjing polemik divestasi saham Freeport masih mewarnai isu politik selama beberapa minggu ini. Bisa jadi membuat beberapa investor asing kabur dari bursa secara massif. Ada policy yang tidak jelas dalam pemerintahan terhadap kebijakan ekonomi.

Tentu saja investor mengharapkan policy yang tidak berubah-rubah dan pemerintah wajib menaati aturan yang telah dibuat. Meskipun dengan landasan untuk reformasi birokrasi, yang namanya aturan harusnya tidak berlaku surut, kecuali perjanjian itu baru dibuat. Persoalan ketidakpastian membuat investor ragu untuk bertahan maupun masuk.

Rupiah memang terus tertekan dalam menghadapi kenaikan suku bunga amerika. Banyak tekanan sebenarnya melebihi dari isu suku bunga ini. Carut marut ekonomi tak lebih dari lemahnya leadership yang membuat banyak sentimen negatif bagi perekonomian.

Mungkin masa adaptasi sudah berlalu, harusnya perekonomian sudah bergerak cepat mengatasi tekanan pada rupiah yang semakin keras. Bila kondisi ini masih terus berlarut bisa jadi perlambatan ekonomi domestik masih akan terus berlanjut, dengan rupiah yang akan terus menjadi bulan-bulanan.

Rupiah memang tidak mengalami perbaikan, meski sempat menguat tajam beberapa bulan lalu. Anggaran yang masih konservatif, gagalnya pencapaian target pajak adalah sekian hal blunder yang dilakukan pemerintah dalam memperkuat rupiah. Padahal cadangan devisa sudah sangat menipis mendekati level psikologis.

Bisa jadi saat cadangan devisa ini makin merosot, maka rupiah akan dengan mudahnya menjadi bulan-bulanan. Bukan tidak mungkin rupiah akan semakin merosot dengan mudah, tanpa perlawanan yang berarti. Memang kondisi kritis ini sudah di depan mata, apalagi dengan gempuran factor eksternal yang kembali mengemuka.

Harusnya perbaikan sudah harus dilakukan dalam menghadapi isu kenaikan suku bunga amerika. Ini mengingat batas waktunya cukup longgar saat rupiah menguat beberapa bulan yang lalu. Namun nampaknya pemerintah disibukan akan hal-hal politik yang membuat nasib rupiah ini terabaikan.

Ke depannya rupiah bakal semakin mudah digoyang, apalagi dengan indicator ekonomi yang masih kurang baik. Siap-siap saja rupiah akan menembus level terburuknya, bila pemerintah masih sibuk dengan persoalan politik. Harus segera dicari solusinya agar hal ini tidak membebani rupiah ke depannya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013-2015. Analisa Investasi - All Rights Reserved
-->